Medan, Aktual.co — Yusrizal, jurnalis televisi swasta yang menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan saat berlangsungnya aksi blokir jalan oleh ratusan pedagang Sutomo, Medan akhirnya melapor kepada pihak kepolisian
Kepada Aktual.co, Yusrizal alias Miduk, Selasa (28/4) pagi mengatakan, pelaporan pada Senin (27/4) malam kemarin ke Polresta Medan sekitar pukul 23.00 Wib. “Tadi malam, sama kawan sudah melapor,” ujar Miduk.
Menurut Miduk, kondisi tubuhnya saat ini sudah agak membaik. Namun, disejumlah tubuh masih menyisakan lebam akibat pemukulan. “Sudah agak mendingan, tapi masih harus banyak istirahat,” kata Miduk.
Sebelumnya, saat aksi blokir jalan disusul bentrokan antara pedagang Sutomo dengan ratusan petugas Satpol PP dan pihak Kepolisian berlangsung, Senin (27/4) pagi kemarin, Miduk tengah melakukan peliputan.
Saat mengambil gambar aksi demo itu, dia didatangi sejumlah orang tak dikenal dari kerumunan para pedagang. “Apa kau rekam-rekam,” kata Miduk menirukan ucapan salah seorang pengeroyok.
Miduk mengaku, sudah menjelaskan bahwa dirinya adalah jurnalis. Namun, tetap saja sejumlah orang itu tak menerima penjelasan itu. “Kameraku langsung dirampas, dibanting, dan diinjak-injak,” katanya.
Tak hanya kamera dirampas dan diinjak, Miduk mengaku juga mendapat pemukulan. “Ini telingaku, punggung dan badan kenak pukul, rame mereka,” kata dia.
Usai menerima pemukulan, Miduk langsung menghindar dari lokasi bentrokan itu. Dia mengamankan diri di kantor salah satu media televisi nasional yang berada di jalan HM. Yamin Medan. Miduk saat itu tak mau melaporkan kejadian yang dialaminya. Miduk merasa, bahwa pedagang hanya salah paham. “Mungkin hanya salah paham,” katanya.
Diketahui, relokasi pedagang Sutomo ke lokasi pasar induk di kawasan Medan Tuntungan menuai penolakan sejumlah pedagang. Penolakan itu berbuntut pecahnya sejumlah bentrokan antara pedagang dan Satpol PP dibantu pihak kepolisian.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu