Jakarta, Aktual.co — Eksekusi terhadap sembilan terpidana mati gelombang dua segera akan dilaksanakan. Pasalnya, tim jaksa eksekutor maupun pihak keluarga terpidana mati sudah berada di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sejak Sabtu (25/4) pekan lalu.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony T Spontana mengatakan, lokasi eksekusi tetap dilakukan di tempat yang sama seperti gelombang pertama Januari 2015 lalu.
“Kalau boleh diancer-ancer, pasti dalam minggu ini,” kata Tony saat ditemui dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (28/4).
Tinggal hitungan waktu saja, sembilan napi bakal dieksekusi. Namun terpidana mati WN Perancis, Serge Areski Atlaoui tak diikut sertakan dalam eksekusi ini. Sebab, Serge mengajukan perlawanan dengan mengajukan gugatan TUN terhadap Keppres Grasi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo.
Meski demikian, penundaan Serge tak bisa menunda eksekusi sembilan napi lain. “Tidak mungkin kita tunggu satu sedangkan sembilan sudah masuk isolasi. Kemungkinan besar apabila perlawanan Sergei terhadap ptun itu ditolak, maka akan eksekusi sendiri,” ujar Tony seraya membantah ada tekanan Perancis terkait penundaan eksekusi Serge.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















