Jakarta, Aktual.co — Lima Menteri mendapatkan peringkat memprihatinkan, di bawah nilai standar (60) atau KW3 dalam penelitian yang dilakukan Lingkar Studi Perjuangan (LSP). Kelima menteri ini menurut LSP dibawah pimpinan Gede Sandra harus segera dievaluasi dan dilakukan perombakan Kabinet.
“Kelima menteri itu yakni Sofyan Djalil, Hanif Dhakiri, Bambang P. Brodjonegoro, Sudirman Said, dan Rini Soemarno,” ungkap Gede Sandra Peneliti LSP dalam rilisnya yang diterima redaksi, Senin (27/4).
Selain itu, lanjutnya, sebagian besar sangat layak untuk dipertimbangkan masuk ke dalam daftar perombakan Kabinet Jokowi karena sangat jelas berideologi kanan – neoliberal, posisi politik yang secara berdiametral bertentangan dengan Trisakti.
Selain secara kapabilitas terdapat permasalahan hampir di seluruh Menteri. Namun secara integritas hanya sebagian kecil yang bermasalah.
“Keberadaan kelima menteri KW3 dalam Kabinet Kerja ini telah cukup menggerogoti popularitas dan penerimaan/akseptabilitas masyarakat terhadap Jokowi,” demikian Gede Sandra.
Seperti diketahui, kakak kandung Menteri BUMN Rini Soemarno yakni Ari Soemarno diduga kembali berulah dengan memainkan Pertalite. Sehingga wajar jika Rini Soemarno wajib direshuffle dari kabinet kerja.
Berdasarkan informasi yang didapat Aktual, BBM jenis Pertalite akan dibuat atau diblending pada fasilitas tanki PT TPPI di tuban. PT TPPI ini akan dijalankan dengan memproduksi nafta dan sedikit HOMC. Namun bahan baku terbesar HOMC merupakan bahan impor.
Belum lagi Pertalite merupakan jenis BBM yang belum pernah ada di dunia, lebih parah dari premium, pertalite tidak ada benchmark harganya. Sedangkan HOMC (high octane mogas component) memiliki oktan tinggi yang bila dicampur nafta yang oktan rendah jadi Pertalite dengan komposisi tertentu. Premium yang disuplai ke Indonesia, kadar octane-nya banyak yang sudah 90, harganya sama dengan premium.
Artikel ini ditulis oleh:

















