Jakarta, Aktual.co — Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim bahwa pengendalian konsumsi elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) menggunakan kartu sebenarnya sudah berjalan sejak program konversi minyak tanah ke elpiji pada 2007 lalu.

“Sejak 2007 adanya program pembagian paket perdana sebetulnya instrumen pengendalinya itu ada berupa kartu kendali,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji di Kantornya, Jakarta, Senin (27/4).

Ia menceritakan, pada saat itu juga Pemerintah membagikan kartu pengendalian. Di mana, dalam penggunaannya masyarakat harus menunjukkan kartu jika ingin membeli elpiji 3 kg.

“Orang sekaligus diberi paket perdana sekaligus diberi kartu, kartu ini dimaksudkan kalau nanti dia mau merefil, yang nggak pegang kartu nggak bisa beli makanya namanya distribusi tertutup,” ungkap dia.

Namun sayangnya seiring waktu program  tersebut tidak berlanjut hingga saat ini. “Mungkin Ditjen migas dengan pertimbangan tertentu tidak melanjutkan program ini. Padahal bersamaan dengan program ini ada, jadi tidak baru saja sudah lama,” lanjut Teguh.

Terkait rencana Ditjen Migas Kementerian ESDM yang akan kembali mengeluarkan kartu kendali untuk melangsungkan distribusi tertutup, Teguh mengaku belum mengetahui secara persis seperti apa penerapannya.

“Saya belum mendengar persis ada pembaruan distribusi tertutup, tapi mengenai sistemnya sendiri sudah lama,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka