Jakarta, Aktual.co —Hingga pukul 20.26 Wib tadi, sekitar 15 petugas Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri masih lakukan penggeledahan di ruang Sekretariat Komisi E DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Dari pantauan Aktual.co, petugas Bareskrim menyambangi gedung dewan sejak sore tadi sekitar pukul 15.00. Para petugas membongkar sejumlah dokumen yang terdapat di ruang Sekretariat Komisi E. Setelah kurang lebih 30 menit menggeledah ruangan di sana, sebagian petugas terlihat menuju lantai 9 gedung baru menuju ruang kerja Lulung.
Petugas juga menyambangi ruangan anggota komisi E, Fahmi Zulfikar Hasibuan di lantai 5 gedung DPRD DKI. Setelah meninjau dua ruangan itu, para petugas kembali di lantai 1 ruang Sekretariat Komisi E dan memberikan garis polisi. Hingga pukul 20.26 WIB belum ada tanda-tanda dari petugas untuk memberikan keterangan mengenai penggeledahan.
Tadi sekitar pukul 19.44Wib, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sempat menyambangi proses penggeledahan di ruang Sekretariat Komisi E di lantai satu gedung DPRD lama. Datang, Prasetio langsung masuk ruangan untuk melihat langsung penggeledahan di ruang sekretariat komisi yang mengurusi kesejahteraan rakyat itu.
Tidak sampai dua menit, Pras sudah keluar dari ruangan. Kepada awak media, politisi PDI-P itu menjelaskan penggeledahan memang terkait kasus dugaan korupsi di pengadaan uninterruptible power supply (UPS) Pemprov DKI tahun anggaran 2014. Dimana sebelumnya sudah mencokok dua pejabat Pemprov DKI, Alex Usman dan Zainal Sulaiman.
“Terjadi penggeledahan dari bareskrim menyangkut masalah UPS. Saya tidak tahu detailnya. Apa hubungannya sahabat saya pak Fahmi dan pak Haji Lulung dipanggil Bareskrim,” kata Pras, usai meninjau penggeledahan, Senin (27/4).
Pras sendiri mengaku baru mengetahui adanya penggeledahan setelah melihat running text berita di televisi. Lalu menerima kabar dari Sekretaris Dewan pada pukul 14.00 WIB.
“Saya tidak tahu datang atau tidak dan sekitar pukul dua saya mendapatkan laporan dari Pak Sotar (Sekretariat Dewan) ada penggeledahan saya langsung ke sini, ini ada surat nya mengenai UPS, kebetulan dari bareksrim sudah ada tersangkanya,” ujar dia.
Artikel ini ditulis oleh:

















