Jakarta, Aktual.co — Sekjen DPR Winantuningtyastiti menyebutkan rencana pembangunan gedung baru DPR ditujukan untuk pembangunan gedung perpustakaan, museum, dan research center.
Menurutnya, wacana gedung baru berawal dari kondisi realita saat ini. Misalnya, soal perpustakaan yang memang dibutuhkan. Sebab, DPR saat ini memiliki sekitar 105.000 lebih koleksi buku dan dokumen dengan kondisi tercecer ke berbagai tempat.
“Ada yang nempel di gedung mezanine (gedung bulat) atau diselipkan di lantai 7 gedung Setjen, basement nusantara III, dan yang lainnya. Dan yang tidak tertampung sekitar 15.000 buku,” papar Win di DPR, Jakarta, Senin (27/4).
Padahal, lanjutnya, koleksi buku dan dokumen negara itu sangat penting. “Terlebih, dengan adanya perpustakaan dapat mempermudah mahasiswa membuat tugas skripsi, disertasi, tesis, dan yang lainnya dan juga diperlukan untuk publik,” katanya.
Win menuturkan, DPR juga membutuhkan museum dan research center yang selama ini belum pernah dibangun.
“Research center itu juga nantinya bisa dijadikan pusat pembelajaran untuk pengembangan demokrasi bagi masyarakat,” ujar dia.
Selain itu, pembangunan gedung DPR itu juga diperuntukkan untuk ruang kerja anggota staff ahli, staff admin, dan asisten pribadi yang totalnya mencapai 4.357 orang. Ditambah, 560 anggota DPR.
“Nah, gedung Nusantara I yang hanya berkapasitas sekitar 800 orang tidak cukup menampung ribuan anggota,” katanya.
Win mengungkapkan dengan adanya kondisi dan realita seperti yang telah disampaikan, maka muncul konsep pembangunan gedung khusus parlemen.
Demi mematangkan konsep pembangunan gedung parlemen tersebut, DPR telah membentuk tim kerja sejak Maret 2015. Terdiri dari Kesekjenan, PU, Pemda DKI, Setneg, dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan).
“Nantinya, tim kerja akan melakukan studi terkait dengan kondisi dan kebutuhannya sekarang ini. Tim kerja yang ada masih dalam tahap mempelajari mengenai konsep tersebut. Termasuk, soal anggaran,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait penampakan gedung parlemen yang baru, Win masih belum bisa memaparkannya.
“Bisa jadi nanti sesuai mock up tahun 2011. Namun, itu tergantung assesment tim kerja.”
Artikel ini ditulis oleh:













