Medan, Aktual.co — Menjelang Kongres Partai Demokrat Mei mendatang di Surabaya, tarik menarik politik di internal partai itu mulai memanas.
Di Sumut sendiri, kader partai Demokrat agaknya masih menginginkan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi Ketua Umum (Ketum).
“Ya kalau saya sendiri hanya bisa menyampaikan harapan kepada yang memiliki hak suara itu, harapan saya sosok SBY itu masih dibutuhkan di partai Demokrat, ya kalau bisa merumuskan sosok yang pantas memimpin Demokrat 5 tahun ke depan,” ujar salah seorang kader Demokrat Muhri Fauzi Haviz kepada Aktual.co kepada Aktual.co di Medan, Senin (27/4).
Angggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut itu mengatakan bahwa partai berlambang mercy itu bukan tak memiliki vigur selain SBY. Namun menurutnya, SBY masih. Dinilai lebih layak, apalagi saat ini SBY sedang tidak menduduki posisi strategis di pemerintahan.
Selain faktor itu, lanjut Muhri, SBY dianggap sebagai sosok yang mampu mempersatukan seluruh kader Demokrat di Indonesia.
“Saya melihat sosok SBY masih bisa mempersatukan seluruh kader di Indonesia. Tantangan 5 tahun kedepan itu, konflik di internal, kedua tuntutan rakyat yang menginginkan partai-partai itu bisa lebih dekat dengan akar rumput,” imbuhnya.
Disinggung soal potensi perpecahan di internal partai menjelang Kongres nanti, Muhri berharap para kader tak mau di intervensi oleh pihak luar.
“Kalau sebagai kader ya berharap sama elit partai Demokrat yang akan melaksanakan kongres di Surabaya Mei mendatang, agar bisa menahan diri dari intervensi pihak lain,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, Wakil Sekretaris DPD Demokrat Sumut Farianda Putra Sinik mengatakan hal senada. Menurutnya, seluruh DPD dan DPC Demokrat di Sumut bahkan sudah bersepakat memilih kembali SBY sebagai Ketum.
“Ya kami pokoknya udah sepakat, seluruh DPC dan DPD untuk kembali memilih pak SBY, darena Demokrat butuh tokoh perekat, dan kita semua tahu bahwa SBY memiliki prestasi luar biasa di tingkat internasional,” kata dia.
Soal kehadiran kandidat lainnya, Farianda mengatakan bahwa Demokrat adalah partai terbuka. Kehadiran calon Ketum lainnya adalah sebuah demokrasi.
“Demokrat kan partai terbuka, dalam kongres ini silahkan siapa yang mau maju mencalonkan diri gak ada dilarang, karena itulah demokrasi,” imbuh Farianda.
Farianda menampik, anggapan bahwa Demokrat adalah partai yang miskin kader. Banyaknya kader yang memilih SBY kembali menjadi Ketum, lanjutnya adalah bukti bahwa SBY adalah sosok yang masih dibutuhkan.
“Bukan miskin kader, SBY masih dibutuhkan, kalau 2020 nanti baru kita fikirkan siapa nanti yang bagus. Kalau sekarang ini seluruh kader masih menginginkan ketua umum (SBY),”
Soal isu perpecahan di tubuh Demorkat, Farianda menilai bahwa kesepakatan untuk memilih kembali SBY akan dapat menepis potensi perpecahan itu.
“Makanya itu kami tidak mau partai Demokrat terpecah belah seperti partai lain, makanya harus kompak memilih SBY,” kata dia.
Artikel ini ditulis oleh:














