Jakarta, Aktual.co —  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerukan pentingnya revitalisasi industri modal ventura untuk meningkatkan peran dan kapasitas perusahaan modal ventura dalam menyediakan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Secara jujur kita mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir perkembangan di modal ventura kurang menggembirakan jika dibandingkan dengan industri lain, baik dalam lingkup lembaga pembiayaan maupun industri keuangan nonbank,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani dalam acara Seminar Nasional Revitalisasi Modal Ventura di Indonesia, Jakarta, Senin (27/4).
Ia mengatakan pertumbuhan aset industri modal ventura belum menunjukkan perkembangan signifikan sejak keberadaannya dimulai pada 1973 sehingga berpengaruh kurangnya pendanaan pada pengembangan UMKM.
Ia mengatakan keberadaan perusahaan modal ventura juga berkurang dari sekitar 100 perusahaan, sekarang menjadi 60 perusahaan modal ventura yang aktif. Selain itu, katanya, total aset industri modal ventura pada 2014, hanya tumbuh 9,10 persen atau menjadi Rp8,99 triliun daripada tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,24 triliun.
“Saat ini total aset perusahaan pembiayaan sudah mencapai 420 triliun lebih. Dengan demikian apabila dibandingkan dengan industri pembiayaan tersebut, total aset industri modal ventura hanya mencapai 2,14 persen dari total aset industri pembiayaan,” ujarnya.
Ia mengatakan besaran pasar industri modal ventura juga kecil dibandingkan dengan industri keuangan nonbank lainnnya. “Total ‘market size’ industri modal ventura terhadap industri keuangan nonbank adalah sebesar 0,67 persen dari total seluruh aset industri keuangan nonbank sebesar Rp1.351 triliun,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi industri modal ventura tersebut, tidak terlepas dari keterbatasan sumber pendanaan yang kurang dan berjangka panjang dan keterbatasan sumber daya manusia yang memiliiki kompetensi tentang modal ventura. Selain itu, katanya, masih kurangnya perhatian dari para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan perusahaan modal ventura di Tanah Air.
Ia mengatakan seminar itu menjadi momentum untuk memperoleh masukan mengenai strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mendorong revitalisasi industri modal ventura ke arah perkembangan yang lebih baik. “Oleh karena itu, kita perlu bersama-sama bagaimana meningkatkan peran dan kapasitas perusahaan modal ventura untuk dapat sejajar dengan lembaga keuangan lainnya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh: