Jakarta, Aktual.co — Anggota DPD RI, I Gede Pasek Suardika menegaskan jika dirinya tetap akan maju sebagai calon ketum dalam Kongres Partai Demokrat ke-III di Surabaya, menghadapi Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) sebagai incumbent yang rencananya dimenangkan aklamasi.
“Tetap. Masa mundur, bertanding kita,” kata Pasek saat dihubungi, di Jakarta, Senin (27/4).
Sementara itu, ketika ditanyakan ikhwal adanya kabar yang menyebutkan bahwa persentase dukungan calon yang akan maju sebagai Ketum dinaikkan dari 20 persen menjadi 30-40 persen dukungan suara, Senator dari Bali ini mengatakan bahwa sikap itu menunjukan refleksi ketakutan dalam bertanding.
“Itu releflksi dari terjangkitnya paranoid demokrasi, sehingga ingin seolah-olah ada demokrasi tetapi takut. Yang wajar saja, Pilkada saja dulu 15 persen, sekarang 20 persen dan itu wajar. Kalau 40-50 persen ya kurang apa lagi, beliau incumbent, ketua panitia anaknya, semua dihandel oleh keluarganya, kurang apa lagi pertandingan ini,” ucapnya.
Kendati demikian, dirinya menyakini bahwa Presiden RI ke-6 itu tidak akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan demokrasi.
“SBY itu kan sang Demokrat, tidak mungkin melakukan itu (bertentangan dengan demokrasi). Itu kan orang-orang penjilat yang ada disekitarnya.”
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















