Jakarta, Aktual.co — Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan dana Bina Lingkungan BUMN peduli, tidak memenuhi azas pengelolaan keuangan negara yang memadai.
Hingga bulan Desember, dana BL BUMN peduli yang berhasil dihimpun sebesar Rp1.431.883.146.696 dan yang masih tersisa sebesar Rp193.446.274.859.
Ketua BPK RI Harry Azhar Aziz menyebut ada temuan yang mengindikasikan kerugian.
“Sudah kita lakukan pemeriksaan. Rp1,431 triliun, sisanya sekitar Rp193 miliar cash yang masih ada disana,” ujar Harry di Nusantara III DPR RI, Jakarta, Kamis (28/5).
Harry menyebut, adapun permasalahan ditemukan yaitu yang telah menjadi indikasi kerugian negara yakni Program Cetak Sawah Rp208 miliar, Program Pembibitan Sapi Rp1,45 miliar dan Program Pengembangan Sorgum Rp1,68 miliar.
Selain itu, potensi krugian negara yang timbul atas program tersebut yakni program Pengembangan Sorgum sebesar Rp9,9 miliar dan Pembangunan rusun Rp4,2 miliar.
“Ada juga yang kita sebut pinjaman kepada mitra sebesar Rp4 triliun yang berindikasi masalah. Nanti akan ditindaklanjuti komisi DPR,” katanya.
Selain itu, Harry mengatakan agenda  kedua adalah permintaan audit KPU. Namun, belum ada kesimpulan, sebab masih dijadwalkan esok, Jumat (29/5) pukul 16.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh: