Jakarta, Aktual.co — Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu mempertayakan sikap para tokoh politik yang mendadak berprikemanusian terhadap terpidana mati Mary Jane dalam kasus narkotika.
Menurut dia, kenapa tidak ada para tokoh politik bersikap sama terhadap kasus yang menimpa tenaga kerja wanita Indonesia di luar negeri.
“Para tokoh politik yang mendadak berprikemanusiaan itu lupa bahwa selama belasan tahun mereka tidak pernah bicara kemanusiaan saat TKI di setrika wajahnya di negara tetangga, diperkosa atau pulang dalam kantung mayat dengan organ tubuh yang hilang entah kemana,” kata Adian dalam keterangan tertulisnya yang diterima awak media, di Jakarta, Senin (27/4).
Apakah tiba-tiba mereka menjadi berperikemanusiaan karena mukjizat Tuhan atau karena takut pada ancaman Prancis atau mungkin ukuran kemanusiaan mereka diputuskan oleh Prancis.
Mary Jane serupa dengan Wati, Rani, Siti dan banyak tenaga kerja wanita yang juga korban Human Traficking. Tidak salah membela Mary Jane tapi tentu kita lebih wajib membela Wati, Rani, Siti dan ratusan ribu TKW yang jadi ibu dari jutaan anak Indonesia.
“Membela Mary Jane adalah tugas kemanusiaan yang lahir dari hati bukan krn ancaman negara lain, Membela mary Jane adalah tugas mulia yang sama mulianya dengan mengungkap pembantaian tahun 65, puluhan nyawa yang hilang di Tanjung Priok 84, 13 aktivis yang diculik, serta tentunya 18 mahasiswa yang gugur di Trisakti, Semanggi, Jogja, Lampung dan Palembang,” pungkas dia.
Anggota Komisi II DPR RI ini pun menilai aneh Sekjen PBB. Sebab, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ikut-ikutan mengecam hukuman Mati Mary Jane, kecaman itu keluar empat hari setelah Jokowi di KAA mengkritik PBB yang diam dalam banyak aksi kekerasan oleh negara Eropa.
“Anehnya bagai skenario, kecaman PBB itu saling sahut dengan Perancis dan para tokoh politik kita. Situasi yang 100% mirip serangan terhadap Soekarno setelah ia pidato “Amerika kita setrika, Inggris kita Linggis,” pungkas dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















