Medan, Aktual.co —  Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara di Hotel Garuda Plaza, jalan Sisingamangaraja Medan, akhirnya resmi ditutup, Minggu (26/4).

Dalam keterangan persnya, ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal menyebutkan dalam Muswil yang baru saja dilaksanakan, pihaknya menerapkan pola Formatur yang dikenal merupakan sistem politik gaya lama.

“Di DPD akan menggunakan formatur, untuk menangkap aspirasi itu, karena ini cara lama,” ujar Fadly.

Penerapan formatur, ujar Fadly, adalah bagian dari kesepakatan Muswil. Pola formatur, lanjutnya diharapkan dapat merangkum seluruh kekuatan formatur yang telah terpilih.

Tim Formatur yang terpilih, sambungnya, yang akan bertugas menentukan kepengurusan baru DPW PPP Sumut. Diketahui ke 7 formatur tersebut antara lain Fadly Nurzal, Yulizar, Bustami, Nurul Azhar, M. Yusuf, Dahler Nasution, Samson Hasibuan.

“Setelah itu akan diberi waktu 14 hari, setelah itu baru kami umumkan siapa yang menjadi pengurus di semua posisi, baik harian maupun majelis,” katanya.

Ditambahkannya, penerapan pola Formatur juga diharapkan akan menjadi stimulus menguatkan PPP secara internal. Dimana, tidak ada lagi bicara soal orang-per orang, melainkan mengedepankan kepentingan kepartaian.

“Lihat saja di backdrop tidak ada lagi photo-photo, hanya ada satu, lambang PPP. Artinya, bahwa kedepan yang menjadi kekuatan adalah lambang PPP. Ini juga menjadi arahan dan petunjuk ketua umum. Kita tidak bicara orang-perorang tapi secara kolektif,” tandas Anggota DPR RI itu.

Pola formatur, tambah Fadly, juga akan diterapkan pada Muswil yang akan dilaksanakan di beberapa daerah lainnya. “Ada yang sama ada yang tidak, ada yang langsung ada yang formatur, tergantung kebutuhannya,” katanya.

Sebelumnya, Fadly mengatakan, kepengurusannya sebagai ketua selama dua periode menunjukkan kesolidan yang luar biasa di internal PPP Sumut. Kesolidan itu, kata Fadly  yang akan menjadi modal kuat mengelola partai ke depan. Apalagi menghadapi pilkada dan pemilu 2019 mendatang.

“Proses yang kita lakukan sekarang adalah kopnsoidasi secara yang cepat, karena pemilu 2019 pemilu yang berbeda dengan pemilu sebelumnya. Akan ada pemilu presiden, skema dan langkah-langkah harus disesuaikan dengan perubahan pola pemilu yang akan datang,” ujarnya.

Menjelang Pilkada di Sumut, Fadly mengingatkan pihaknya juga tengah melakukan konsolidasi untuk melakukan program dan strategi memperjuangkan calon yang akan didukung, baik internal maupun eksternal partai.

“Lebih dari itu, mempersiapkan rumah partai, mesin partai untuk bekerja secara efektif, dan respon itu luar biasa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka