Jakarta, Aktual.co — Mikropenis yaitu, ukuran panjang penis kurang dari 2.0 cm untuk bayi yang baru lahir yang belum cukup bulan tanpa disertai kelainan struktural penis lain (misalnya hipospadia).
Dimana standar pengukuran penis yakni, Strecthed Penile Length (SPL). Panjang penis diukur dari dasar (basis) penis sampai ujung, tanpa mengukur preputium.
Sedangkan, mikropenis disebabkan oleh faktor hormonal sejak anak masih dalam kandungan. Berdasarkan berbagai studi mengenai kasus tersebut diketahui adanya zat kimia yang mengganggu atau mengubah fungsi endokrin yang disebut endocrine disrupter chemicals (EDC).
Zat pengganggu itu dapat menghambat kerja androgen, terutama mengganggu substansi yang bertanggung jawab dalam pembentukan organ seksual serta perkembangan karakteristik sekunder laki-laki.
EDC tersebut, antara lain, sejumlah zat yang terdapat dalam pestisida kimia, misalnya diklorodifeniltrikloroetan (DDT).
“Jika terjadi seperti ini pemeriksaan menyeluruh harus dilakukan. Sedangkan tindakan operasi dilakukan untuk mengejar ketertinggalan perkembangan testis selama 4 tahun ke depan. Kasus testis tidak turun yang tidak segera ditangani pada usia sebelum pubertas dapat menyebabkan infertilitas,” jelas dr. Arry Rodjani, ditemui di kawasan Tugu Tani kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/5).
“Namun jika pada usia usia setelah pubertas jika hal ini baru dilakukan, akan dapat menyebabkan, penyakit ginjal, tumor atau kanker,” katanya lagi.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melarang sejumlah formulasi pestisida karena berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, saat pengganggu tersebut, sebagai komponen, dapat berinteraksi dengan estrogen ataupun androgen reseptor serta sebagai antagonis (lawan hormon endogen, red).
Selanjutnya, bukti-bukti ilmiah yang juga ada menunjukkan zat pengganggu memodulasi aktivitas atau ekspresi dari enzim steroidegenik. EDC juga berakibat terhadap kelainan dan perkembangan organ seksual. Gangguan itu terjadi sejak dalam kandungan.
Artikel ini ditulis oleh:

















