Jakarta, Aktual.co — Ketua II Hiswana Migas M. Ismet membantah tudingan miring mantan ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri yang mengatakan bahwa ada oknum dari Pertamina dan seluruh pelaku bisnis gas dalam tabung hijau (melon) itu yang membagi-bagikan rente dalam bentuk sisa elpiji. Caranya dengan memalsukan gas yang diisikan kembali ke tabung kosong.
Temuan Faisal, setiap tabung yang perlu diisi ulang sebenarnya tidak 100 persen kosong, terdapat sisa 5–10 persen gas. Kendati demikian Faisal tidak membeberkan darimana ia memperoleh data tersebut.
“Jadi yang dikatakan pak Faisal Basri bahwa ditabung itu ada sisa 5-10 persen dari berat, saya sendiri heran itu angka dari mana. Lalu kita juga dikatakan bahwa para pelaku bisnis LPG adalah termasuk pemburu rente, jadi dikatakan bahwa dari hasil 5-10 persen itu dibagi-bagi oleh Pertamina dan pelaku SPBE, ibaratnya dirampok sama-sama. Itu salah besar,” ujar Ismet kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/7).
Ia menjelaskan, pada saat di SPBE semua tabung LPG ditimbang dan diisi sesuai aturan yang ditentukan. Selain itu pihaknya juga harus memberikan laporan rutin kepada Pertamina mengenai berapa elpiji yang diterima dari depot dan berapa elpiji yang disalurkan.
“Itu setiap depot melakukan, dan nanti ada lagi laporan harian, sepuluh harian, dan terakhir stock opname. Jadi saya kira sangat sulit celah kita melakukan kecurangan. Dan peralatan kami, di SPBE itu selalu sesuai aturan dan kita setiap bulan itu diaudit oleh auditor independen yang ditunjuk oleh Pertamina,” tukas dia.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa Pertamina juga tidak pernah melarang masyarakat untuk menimbang ulang elpiji di SPBE dan di agen-agen. Justru Pertamina mendorong masyarakat untuk melakukan timbang ulang setiap kali melakukan pembelian LPG.
“Itu salah besar, dan Pertamina tidak pernah melarang itu, justru dipersilahkan, Karena disetiap agen, pangkalan diwajibkan memiliki timbangan agar konsumen mengetahui berat elpiji yang mereka beli. Tidak benar kata Faisal Basri itu. Kalau kita menanggapi ucapan Faisal, artinya kita siap untuk tidak beroperasi. Kalau memang kita disebut termasuk pemburu rente. Namun kita tidak bisa membayangkan kalau kami tidak beroperasi,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka















