Ketua Umum PBNU Terpilih KH Said Aqil Siradj memberikan sambutan usai terpilih menjadi Tanfidziyah Nahdlatul Ulama di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2015) dinihari. KH Mustofa Bisri (Gus Mus) terpilih menjadi Rais Aam dan KH Maruf Amin sebagai wakil Rais Aam namun Gus Mus menolak jabatan tersebut, Jabatan Rais Aam secara otomatis dipegang KH Maruf Amin dan KH Said Aqil Siroj kembali terpilih menjadi Tanfidziyah.

Jakarta, Aktual.com – Rais Aam yang terpilih tidak perlu dipertanyakan lagi, karena pemilihan Rais Aam yang dilakukan dengan mekanisme Ahwa tidak menyalahi demokrasi.

Demikian disampaikan Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

Dikatakannya juga, bahwa Ahwa merupakan pemilihan yang memenuhi kaidah yang berlaku di dalam NU. NU sebagai ormas Islam besar pasti punya kaidah-kaidah tersendiri.

“Ahwa tidak masalah digunakan,” ucapnya di Jakarta, Jum’at (7/8).

Kendati demikian, perbedaan pendapat dalam muktamar merupakan hal yang wajar, tetapi perbedaan pendapat namun jangan sampai perbedaan pendapat menimbulkan perpecahan. Karena NU merupakan porosnetral bangsa dalam berdemokrasi di tengah gempuran kekuasaan maupun parpol-parpol.

“Hal itu harus dipertahankan NU,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh: