Jakarta, Aktual.com — Bank Indonesia menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir sudah terlalu dalam (overshoot).

“Kami melihat bahwa pelemahan rupiah akhir-akhir ini telah terlalu dalam (overshoot), sehingga telah berada jauh di bawah nilai fundamentalnya (undervalued),” kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Jakarta, Rabu (12/8).

Agus menuturkan, menyikapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan otoritas lainnya,” ujar Agus.

Berdasarkan kurs JISDOR BI, nilai tukar rupiah pada Rabu ini mencapai Rp13.758 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp13.541 per dolar AS.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara meyakini pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir hanya bersifat sementara.

“Kami melihat bahwa saat ini rupiah ‘undervalued” (di bawah nilai fundamentalnya) dan dari dalam negeri sendiri saat ini kami memandang rupiah sudah cukup kompetitif terhadap ekspor manufaktur dan mampu mendorong turis masuk ke Indonesia,” ujar Mirza.

Mirza juga menilai perkembangan rupiah juga dipengaruhi oleh pembayaran utang dan deviden secara musiman, khususnya di Triwulan III 2015.

Ia menuturkan, Bank Indonesia akan selalu memonitor perkembangan rupiah dan terus menerus di pasar untuk menjaga volatilitas rupiah.

Artikel ini ditulis oleh: