Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai aksi Mahasiswa merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap pemerintahan Jokowi-JK yang dianggap tidak pro rakyat.

Menurutnya, kekecewaan Mahasiswa terhadap Jokowi diawali dari carut marut penegak hukum serta masalah kenaikan harga BBM dan harga kebutuhan bahan pokok.

“Saya rasa sudah ‘kawin mengawini’ kekecewaan Mahasiswa ini. Sebab Presiden yang mereka dukung tidak membawa perubahan, justru malah sama dengan pemerintahan sebelumnya. Dan tentu ini sudah di luar skenario,” ujar Siti Zuhro, di Jakarta, MInggu (19/4).

Siti mengungkapkan, bahwa gaya ‘blusukan’ Jokowi sudah tidak layak lagi untuk diterapkan. Oleh karena itu, Jokowi lebih baik segera melakukan kerja nyata sesuai dengan program ‘Nawacita’.

“’Blusukan’ itu sudah usang. Yang ditunggu rakyat itu ‘action’ bukan lagi pencitraan. Maka itu Jokowi harus bisa membangun komunikasi yang baik kepada Menteri-menterinya,” katanya lagi.

Artikel ini ditulis oleh: