Jakarta, Aktual.co — Direktur Centre for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi menilai Presiden Joko Widodo belum menerapkan transparansi anggaran untuk penyelenggaraan KAA ini. Pasalnya, masih banyak alokasi yang disembunyikan dari mata publik.
Uchok mengungkapkan anggaran yang sudah disiapkan untuk konferensi Asia Afrika dan sudah kelihatan ke publik, baru sebesar Rp171.354.516.000.
Bila ditambah anggaran sebesar Rp10 milyar untuk pemerintah kota Bandung, maka total yg diketahui oleh publik baru sebesar Rp.181.354.516.000.
“Alokasi anggaran acara KAA Bandung, bukan hanya mahal. Tapi, dasar perhitungan juga tidak rasional, masa untuk sebuah acara seremonial, bisa menghabiskan sebesar Rp181.3 milyar,” ujar Uchok di Jakarta, Minggu (19/4)
.Kemudian, lanjutnya, alokasi anggaran sebesar Rp181 milyar untuk KAA Bandung. Dimana Rincian Alokasi sebesar Rp101.354.516.000 ada pada pengelolaan sekretariat negara. Selain itu, alokasi anggaran sebesar Rp70.000.000.000 ada pada pengelolaan kementerian luar negeri. Dan alokasi anggaran sebesar Rp.10.000.000.000 untuk pemerintah kota Bandung.
“Tapi sayang banget, alokasi anggaran sebesar Rp171.3 milyar yang berasal dari setneg, dan kementerian luar negeri diolah atau diperuntukan jasa PCO (professional Conference Organizer). Sedangkan yang diolah bapak Ridwan Kamil hanya sedikit saja, sebesar Rp10 milyar,” katanya.
Ini menandakan, kata Uchok, bahwa Pemerintah atau presiden Jokowi itu, bila untuk kegiatan seremonial, paling gampang atau bermurah hati memberikan anggaran bermilyar milyar. “Katanya demi, gengsi dan citra pada pentas internasional,” bebernya.
Namun, Uchok meragukan bila hanya penyelenggarakan acara seremonial seperti KAA ini, bisa mengangkat gengsi dan citra negara kita. “Lihat saja kasus TKI, Tetap saja, dua TKI dibunuh tanpa pemberitahuan kepada kementerian luar negeri atau presiden Jokowi. Ini menandakan Indonesia sedang tidak dihargai,” tambahnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















