Surabaya, Aktual.co — Massa Bonek 27 akhirnya membubarkan diri dari Jalan Embong Malang, Sabtu (18/4). Hal ini dilakukan setelah, korlap Bonek membacakan surat keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang membekukan  PSSI.

Tak ayal, ketika usai dibacakan keputusan tersebut, ribuan Bonek langsung gegap gempita bersorak sorai. Nyanyian yel-yel Bonek pun dikumandangkan berkali-kali. Bahkan, para Bonek kembali membunyikan petasan berulang kali dan membuat asap hingga jalan Embong Malang Surabaya dipenuhi asap.

Sebagian Bonek juga membakar spanduk yang bertuliskan “Bonek turut sukseskan PSSI” yang sebelumnya dipasang oleh Bonek Surabaya di jembatan layang.

Setelah hampir 15 menit mereka bersuka cita, ribuan suporter pun kembali melakukan longmarch menuju ke Taman Mundu, Surabaya, tempat mereka berkumpul sejak kemarin malam. Selama perjalanan melakukan longmarch, para suporter terus melakukan orasi dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Surabaya karena telah mengganggu aktifitas hingga terjadi kemacetan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ratusan polisi tetap disiagakan selama suporter melakukan longmarch. Kendati demikian, di dalam hotel JW Mariot masih terus berlangsung kongres PSSI dan sama sekali tidak menghiraukan keputusan Menpora.

Seperti diketahui, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi secara resmi membekukan PSSI di saat induk organisasi sepak bola Indonesia itu sedang melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4).

“Alhamdulillah baru saja ditandatangani Peraturan Menpora No. 01307 Tahun 2015 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Berupa Kegiatan Keolahragaan PSSI Tidak Diakui,” kata Juru Bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto melalui pesan layanan singkat, Sabtu (18/4).

Menurut dia, dasar pembekuan tersebut mengacu pada tidak diindahkannya SP1, SP2 dan SP3 oleh PSSI yang jatuh tempo pada tanggal 17 April 2015 jam 18.40.

Dengan turunnya surat pembekuan tersebut bisa dikatakan sebagai langkah tegas dari pemerintah. Apalagi selama ini Kemenpora memang sedang konsentrasi dalam memantau persepakbolaan nasional dan bahkan membentuk Tim Sembilan. Dalam surat dengan nomor 01307 tahun 2015 ini ditandatangani langsung oleh Menpora Imam Nahrawi per tanggal 17 April itu ada beberapa poin yang menyangkut dengan pembekuan di antaranya adalah pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan yang dilakukan oleh PSSI. Dengan kondisi tersebut, pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah termasuk kepolisian tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI dan seluruh kegiatan keolahragaan.

Langkah pemerintah yang akan dilakukan setelah ada pembekuan adalah membentuk Tim Transisi yang akan mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai dengan terbentuknya kepengurusan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA.

Untuk tim sepak bola nasional yang akan menghadapi SEA Games 2015 akan tetap berjalan. Pemerintah, KONI dan KOI telah sepakat pengelolaan akan diserahkan ke Satlak Prima.

Artikel ini ditulis oleh: