Jakarta, Aktual.com — Melanjutkan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dengan support di level 4270 dan resisten di level 4370, cenderung melemah.
“IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dibayangi pergerakan nilai tukar rupiah yang cenderung melemah,” kata Analis First Asia Capital David Sutyanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9).
Menurutnya, kekhawatiran kenaikan tingkat bunga The Fed bulan ini menjadi sentimen pelemahan rupiah dan berdampak negatif bagi aset beresiko. Minimnya insentif positif dan depresiasi rupiah atas dolar AS yang mendekati level Rp14300 menyusul meningkatnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga The Fed pada pertemuan The Fed bulan ini telah memaksa pasar melepas aset beresiko.
Terbukti, pada perdagangan kemarin penjualan bersih asing mencapai Rp488,93 miliar di tengah nilai transaksi di Pasar Reguler yang hanya Rp2,67 triliun. Tekanan jual kembali mendominasi perdagangan saham kemarin sehingga IHSG pun terkoreksi tajam hingga 113,978 poin (2,58%) di 4301,365.
Dari domestik, sambungnya, selain pelemahan rupiah atas dolar AS, pasar juga dicemaskan dengan turunnya cadangan devisa Indonesia menjadi USD105,3 miliar, posisi terendah sejak April 2014 lalu. Tekanan atas IHSG kemarin kembali menegaskan tren bearish pasar saham.
“Turunnya cadangan devisa, kebijakan uang ketat Bank Indonesia (BI), perlambatan pertumbuhan ekonomi mencerminkan rendahnya daya tahan perekonomian domestik terhadap gejolak perekonomian global,” ungkap David.
Artikel ini ditulis oleh:















