Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan peredaran uang palsu akan mengganggu semua kebijakan dan target makro.
Pasalnya, telah terungkap penyitaan uang palsu berbagai negara oleh Mabes Polri senilai Rp16 triliun.
“Kalau kita bicara peredaran uang akan mengganggu semuanya, baik kebijakan maupun terget makro,” ujar Hendri, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/4).
Menurutnya, isu uang palsu sudah muncul sejak lama namun tidak pernah ada sanksi yang bisa timbulkan efek jera.
“Kalau uang palsu sudah muncul bertahun-tahun tapi sanksinya kan tidak ada efek jera dari situ, kalau korupsi mulai dari mesinnya ya sudah. Saya kurang tahu, siapa yang main saya nggak ngerti,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:

















