Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif Global Future Institut (GFI), Hendrajit, meminta pemerintah terbuka dalam agenda peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA).
Ia meminta kejelasan bentuk acara yang akan dihelat di Bandung. Pasalnya, publik sama sekali tidak mengetahui inti dari acara yang disiapkan melalui ketua panitia pelaksanaan KAA, Luhut Binsar Panjaitan.
“Jika ini peringatan KTT KAA maka seharusnya tak boleh putus dari agenda KTT KAA sebelumnya di Bandung dan Mesir. Dan juga harus ada pemberitahuan pemerintah bahwa inilah KTT KAA ketiga,” ujar Hendrajit, di kantor Global Future Institute (GFI), Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (13/4).
Namun, jika acara ini bukanlah KTT KAA maka disinyalir ada upaya terorganisir melalui institusi pemerintah untuk menggelapkan visi misi dan sejarah Dasasila Bandung.
“Negara-negara yang ikut harus menyiapkan strategi penguatan atas penindasan Amerika Serikat dan sekutunya,” katanya
Menurutnya, agenda itu dikhawatirkan adanya upaya penindasan negara maju. “Negara-negara berkembang kembali hanya akan jadi objek penindasan negara maju.”
Artikel ini ditulis oleh:

















