Makasar, Aktual.co — Gelombang  mahasiswa dan elemen gerakan pemuda, terus bermunculan untuk menyerukan aksi bersama pada 20 Mei nanti. Kali ini aksi seruan dan ajakan untuk mengoreksi total kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, datang dari Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) wilayah Sulsel.

Ketua Umum PMI, Muhammad Kasman menuturkan, negeri ini diperjuangkan oleh para pendahulu kita demi sebuah cita-cita masyarakat adil dan makmur. Untuk itu, sejatinya pemerintahan harus dijalankan untuk memenuhi kebutuhan rakyat bumi putera, bukan untuk kepentingan segelintir atau sekelompok orang, pun bukan untuk keuntungan kaum kapitalis yang bermental kolonial.

“Namun kebijakan pemerintahan hari ini memperlihatkan realitas yang berbeda. Dikuranginya subsidi BBM dan penetapan harganya ditentukan mengikut fluktuasi harga pasar dunia merepresentasikan kebijakan yang berorientasi pasar,” kata Kasman kepada Aktual.co di Makassar, Senin (13/4).

Belum lagi lanjut Kasman, kenaikan Tarif Dasar Listrik dan Bahan Bakar Gas, ini berimplikasi pada ikut naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu,  langkah pemblokiran berbagai situs internet yang ditengarai menyebar paham radikal, dilakukan secara serampangan dan tanpa pengkajian yang matang.

“Ini justru menunjukan watak otoriter dari pemerintah. Negara menjadi teror bagi kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pikiran bagi warganya,” katanya.

Oleh karena itu, tegas Kasman, Pemuda Muslimin Indonesia, bersama Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) menyerukan:

1. Jokowi-JK sebagai pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat hendaknya segera merealisasikan janji-janji mereka selama kampanye. Jangan sampai rakyat kehilangan kesabaran.
3. Jokowi-JK segera melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang ditengarai menyengsarakan rakyat.
3. Mengajak seluruh komponen bangsa, terutama pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk tetap menjaga keutuhan, persatuan dan solidaritas serta daya kritis terhadap jalannya pemerintahan.
4. Mari terus desakkan ide-ide perubahan dalam upaya menemukan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
5. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2015 sebagai momentum bersama untuk mengoreksi total rezim ini.

Artikel ini ditulis oleh: