Jakarta, Aktual.co — Aparat Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, memperketat pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) demi untuk menghindari kebocoran soal.

“Kami selalu berkoordinasi dengan aparat Polresta soal pengawasan itu,” kata Kepala Disdik Pemkab Tangerang Zaenudin di Tangerang, Jumat (10/4).

Zaenudin mengatakan nantinya soal UN yang dari Jakarta itu akan dikirim ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa.

Setelah itu, katanya, para ketua gugus atau rayon untuk mengambil dan mendekati pelaksanaan ujian diambil petugas agar diserahkan ke masing-masing sekolah.

Pada UN SMA/SMK dan sederajat di Kabupaten Tangerang diikuti sebanyak 31.896 siswa dan SMP sebanyak 46.017 siswa tersebar pada 29 kecamatan.

Namun soal yang akan dibagikan itu berbeda dengan sekolah lainnya untuk menghindari ada contekan.

“Walau satu kelas, tapi soalnya tidak sama, diharapkan siswa dapat lebih tekun membaca soal sebelum menjawab,” katanya.

Menurut dia, UN bukan berarti barometer sebagai kelulusan tapi sepenuhnya diserahkan kepada pimpinan sekolah masing-masing.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang Bunyamin mengatakan pihaknya menyiapkan tim khusus untuk memantau pelaksanaan UN tingkat SMP, SMA dan SMK.

Bunyamin menambahkan bila ada oknum sekolah yang mengunakan uang untuk alasan kelulusan, maka diajukan ke Dinas Pendidikan untuk diberikan sanksi tegas.

Setelah dilakukan pemantauan, katanya, tim itu juga bertugas untuk mengevaluasi kinerja masing-masing sekolah.

Pihaknya berharap agar masing-masing sekolah tidak mempersulit anak didik mengikuti UN dan dilarang meminta uang kepada orang tua. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid