Jakarta, Aktual.co — Gerakan Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih terus digulirkan sejumlah masyarakat yang merasa dibohongi Gubernur Ahok.
Dikabarkan siang ini sejumlah massa yang tergabung dalam Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Ahok akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Jakarta Utara pada pukul 13.00 WIB dengan tuntutan menolak 17 reklamasi pulau di utara Jakarta.
“Belum usai catatan merah warga Jakarta tentang pembiaran Ahok pada dugaan kolusi dan korupsi fasos fasum taman BMW dengan Agung Podomoro, kini Ahok kembali menunjukan dustanya, dengan mmberikan izin ilegal reklamasi pantai pada Agung Podomoro dalam reklamasi 17 pulau di Utara Jakarta,” kata Alink kordinator aksi saat dihubungi aktual.co Kamis (9/4)
Dikatakan Alink sebagai masyarakat asli Jakarta utara, tentunya dia menolak keras adanya proyek reklamasi pantai tersebut karena kehawatirannya Jakarta Utara akan semakin terendam banjir yang cukup parah.
“Terlebih kami menyoroti soal SK yg dikeluarkan Gubernur saat ini, sebab kami meyakini adanya pelanggaran terkait penerbitan izin tersebut dan itu dusta jika Ahok hanya meneruskan program foke gubernur yg lalu. Izin yang sarat dugaan KKN itu dikeluarkan Ahok, oleh karena itu kami mengajak warga Jakarta menolak reklamasi atau tenggelam,” ungkapnya.
Adapun ijin yang dikeluarkan Gubernur Ahok pada tanggal 23 Desember 2014 dengan Nomor izin : 2238 Thn 2014 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau yaitu kepada PT Muara Wisesa Samudra, salah satu anak perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).
PT muara wisesa samudra masuk dalam 12 perusahaan yg sudah siap mensukeskan proyek reklamasi pantai Kedua belas perusahaan tersebut adalah :
PT Muara Wisesa Samudera [PT Agung Podomoro Group], Salim Group Co, PT Agung Sedayu Group, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Intiland Development, PT Kapuk Naga Indah, PT Taman Harapan Indah, PT Jakarta Propertindo, PT Pelindo, PT Jaladri Eka Paksi, PT Manggala Krida Yudha, dan satu perusahaan dari negara Cina, yakni Fuhai Group.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid

















