Jakarta, Aktual.co — Empat warga Pinangsia, Rabu (27/5) pagi mendatangi gedung DPRD DKI untuk mengadukan masalah kepada Ketua Komisi A Ahmad P Riano terkait penggusuran wilayah Pinangsia yang sedang berlangsung saat ini.
“Kami yang semalam demo di rumah Ahok, kami mau bertemu anggota komisi A siapa sajalah, mau mengadu,” kata Gugun, salah seorang warga Pinangsa, di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu (27/5).
Keempat orang tersebut akhirnya tiba dilantai 4 pukul 09.30. Gugun kemudian menelepon anggota Komisi A dari Fraksi Gerindra, Syarif meminta untuk diterima komisi A.
“Maaf, Pak. Saya dari warga Pinangsia yang sekarang ini lagi digusur sama Pemda. Saya juga bawa dokumen untuk dilihat. Bisa kita ketemu, Pak?” tanya Gugun melalui telepon genggamnya kepada Syarif.
Entah apa yang dijawab oleh Syarif, setelah itu Gugun mengaku dia diarahkan kepada anggota komisi A yang lain yaitu Inggard Joshua dari fraksi Nasdem. Akan tetapi, ketika ditelepon nomor Inggard tidak pun bisa dihubungi.
Para korban gusuran tersebut pun menyesali sikap para anggota komisi A yang melempar-lempar dirinya untuk mengadukan nasibnya kepada anggota dewan yang terhormat.
“Kalau kita ngobrolnya siang, sudah terlambat. Sudah rata dengan tanah rumah kita,” Ketus Gugun.
Tidak sampai disitu, kekecewaan korban gusuran warga pinangsia pun kembali terulang. Setelah menghubungi sekretaris komisi A Syarif, ternyata mereka pun gagal menghubungi anggota komisi A Inggard Josua dari fraksi Nasdem lantaran nomor teleponnya sedang tidak aktif. Mereka juga kembali gagal menemui Ketua Komisi A, Riano P Ahmad yang memang sudah hadir di lantai 4.
Kedatangan mereka dilantai 4 dihadang salah satu staf dewan yang meminta untuk mengisi buku tamu dan menjelaskan bahwa ketua komisi A sedang sibuk. Akhirnya para korban ini pun mengurungkan niatnya dan meninggalkan gedung DPRD DKI Jakarta.
Diinformasikan sejumlah warga yang mengaku dari Pinangsia ini, tepatnya di Bantaran Kali Ancol, mendatangi kawasan rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara,. Mereka resah karena rumahnya terancam diratakan dengan tanah hari ini.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid












