Jakarta, Aktual.com — Pergerakan laju USD pada penutupan perdagangan kemarin terapresisai terhadap beberapa mata uang seperti EUR, NZD, JPY, CNY, CHF, dan lainnya. Hal ini memberikan sentimen negatif terhadap laju Rupiah untuk dapat bertahan dari pelemahannya. Akibatnya laju Rupiah cenderung masih melanjutkan pelemahannya.
Bahkan adanya rilis deflasi sebesar -0,08% pun tidak cukup kuat menahan pelemahan Rupiah. Laju inflasi YTD sebesar 2,16% dan YoY sebesar 6,25% kemungkinan dianggap masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan target pemerintah untuk inflasi tahun 2015 sebesar 4% ± 1%.
“Masih cenderung melemahnya laju Rupiah memupuskan harapan akan adanya kenaikan. Akibatnya potensi kenaikan Rupiah pun menjadi berkurang,” ujar kepala riset NHKSI, Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (3/11).
Menurutnya, data-data di awal pekan belum dapat memenuhi harapan para pelaku pasar sehingga laju Rupiah pun dapat berpeluang kembali mengalami pelemahan meskipun kami berharap akan ada peluang kenaikan.
“Laju Rupiah diperkirakan akan berada di bawah target support 13.645. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada di rentang Rp13.695-13.675. Oleh karena itu, tetap cermati sentimen yang akan muncul,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka