Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pembina Ikatan Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Sulawesi tengah, Andre Wawan menilai Presiden Joko Widodo telah membuka pintu perdagangan liberal secara sepihak dengan mendorong BUMN masuk bursa. Pasalnya, Jokowi mengatakan akan lebih baik lagi jika semua perusahaan milik negara masuk dan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.
“Jelas sudah bahwa dibukanya pintu liberal oleh jokowi mengakibatkan penguasaan asing secara sepihak tanpa memandang peraturan di Indonesia,” ujar Andri melalui pesan singkatnya di Jakarta, Rabu (8/4).
Andri mengatakan, walaupun Pertamina mau memprivatisasi minyak Indonesia seharusnya Jokowi menghadangnya dengan Pasal 33 UUD yakni Bumi, air dan apa yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran Rakyat.
“Nah hari ini pasal tersebut hanya menjadi instrumen untuk melegitimasi kepentingan asing bukan untuk menstabilkan ekonomi Indonesia. Maka tidakk berlebihanlah jika saya mengatakan bahwa Jokowi adalah Antek Neolib, dan TRI SAKTI rasa Neolib itu benar adanya,” katanya
Selain itu, Andri menuturkan, mengacu pada pasal 33, sumber daya alam harus dikuasai untuk kepentingan rakyat termasuk BUMN yang mengelolahnya.
Sementara itu, terkait kerugian pertamina, Andri menyatakan hal tersebut karena ketidaktegasan Jokowi menjalankan pemerintahan.
“Saya tidak akan komentar soal angka-angka rupiah yang akan merugikan keuangan negara, saya komentarnya soal ketidaktegasan Jokowi dalam melaksanakan Konstitusi kita,” katanya
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Dwi sutjipto menyebut keuntungan pertamina pada bulan Januari sebesar minus 107 juta US dollar dan Februari minus 105 juta US dollar. Yang berarti pertamina mengalamai kerugian 212 juta US dollar hingga bulan Februari lalu.
Artikel ini ditulis oleh:

















