Jakarta, Aktual.co —Sistem electronic road pricing (ERP) yang digembar-gemborkan Pemprov DKI sebagai salah satu cara untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, hingga kini masih juga mandek. 
Alih-alih dapat kepastian dioperasikannya ERP, Dinas Perhubungan DKI justru malah ingin studi banding ke Singapura untuk ‘contek’ penerapan sistem ERP di sana. Untuk kemudian diadopsi di Jakarta.
“Kami dapat undangan untuk mengikuti training penerapan ERP di Singapura. Nanti hasilnya didalami untuk transfer teknologinya,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit di Balai Kota, Selasa (7/4).
Diakui Benjamin, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang ingin ERP di Jakarta nyontek Singapura. 
Prasarana untuk menjalankan sistem ERP di Jakarta, diakui Benjamin, saat ini sebenarnya sudah lengkap. Seperti gerbang ERP di kawasan Sudirman dan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan yang sudah pernah diujicoba untuk memantau segala plat nomor kendaraan. 
Sedangkan untuk urusan lelang untuk pengoperasian ERP, masih dikuasai dua perusahaan asal Eropa.Yakni asal Austria, Kapsch Holdings AG, sebagai penguji coba teknologi pendukung aturan ERP di Jalan Sudirman pada pertengahan bulan Juli 2014, dan perusahaan asal Norwegia QFree ASA yang telah menguji gerbang ERP untuk ruas jalan HR Rasuna Said. 

Artikel ini ditulis oleh: