Jakarta, Aktual.com — Mantan Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida mengatakan bahwa sebagai kepala pemerintahan yang punya hak prerogatif, Presiden Jokowi bisa merombak kabinetnya kapan saja.
“Tak akan ada yang bisa menghalanginya. Namun sebagai presiden negara besar, Jokowi tak harus diingatkan agar tak sembarangan dalam bongkar pasang para pembantunya,” ujar La Ode Ida saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/11).
Menurutnya, Jokowi tak boleh meniru para politisi atau kepala daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang tiap saat mengancam lengserkan kepala dinas jika tak suka.
La Ode juga mengatakan, Jokowi jangan mengganti orang hanya untuk memasukkan figur lain dari kelompok yang dianggapnya ‘Perlu Dapat Jatah di Eksekutif’.
“Ini negara besar, bukan rumah tangga atau desa kecil yang semua diatur dengan sistem kekeluargaan yang kadang irasional. Karena para menteri itu memimpin lembaga dalam skope nasional yang punya risiko besar jika dalam kelola lembaga dengan jiwa yang tak tenang karena selalu terancam untuk disingkirkan oleh Sang Bos Besar,”
“Okelah, kalau Kajagung sudah dianggap tak layak, apalagi sebagian penumpang gerbong politiknya terindikasi memanfaatkannya untuk transaksi kasus-kasus korupsi. Tapi penggantinya pun tak boleh sembarang figur. Tepatnya, Jokowi harus beri contoh pada publik tentang penempatan figur pejabat srcara profesional, dan memiliki rekam jejak yang bersih,” papar La Ode.
Untuk itu, kalaupun harus mengganti kabinet, mestinya Jokowi lakukan dengan cara-cara memastikan indikator evaluasi kinerja yang diumumkan ke publik. Kemudian, mengganti kabinet dalam periode masa kerja minimal 2,5 tahun, sehingga ada kesempatan untuk perbaiki kinerja.
Ketiga, melakukan uji publik terhadap figur-figur yang masuk dalam daftar potensial untuk posisi menteri atau pimpinan lembaga negara lainnya.
“Jangan hanya para pejabat di barisan ASN yang diproses secara profesional sesuai ketentuan UU tentang ASN, melainkan juga harus ditunjukkan oleh Jokowi dalam angkat menterinya,” tandas La Ode.
Artikel ini ditulis oleh: