Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia jatuh pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena sebagian besar pedagang mengambil isyarat mereka dari dolar AS yang berbalik menguat dan produksi minyak yang tetap tinggi, kata para dealer.

Melansir laman AFP, Rabu (17/5), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, berakhir turun 1,69 dolar AS dari tingkat penutupan Jumat menjadi 58,03 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk Juli kehilangan 1,80 dolar AS, menjadi menetap di 63,72 dolar AS per barel.

Dolar menguat ke tertinggi baru delapan tahun 123,3 yen pada Selasa, sedangkan euro tergelincir menjadi 1,0875 dolar, tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran tentang pembicaraan dana talangan (bailout) Yunani karena batas waktu pelunasan semakin dekat.

“Harga minyak mentah masih di bawah tekanan, karena dolar AS melanjutkan momentum kenaikannya yang kuat,” kata Myrto Sokou, analis energi senior di broker Sucden di London.

Semakin kuat greenback, membuat minyak mentah lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lemah.

Bart Melek dari TD Securities juga mencatat bahwa produksi kartel OPEC, pada lebih dari 31 juta barel per hari, masih memproduksi lebih dari batas kuotanya, mempertahankan pasokan pasar tetap berlimpah. “Faktor lain selain dolar AS, adalah bahwa ada kekhawatiran tentang sisi permintaan terutama dari Asia, secara khusus Tiongkok,” kata dia.

Imbas penguatan Dolar AS, Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun tajam pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dolar AS menguat setelah libur panjang akhir pekan “Memorial Day”.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 17,1 dolar AS atau 1,42 persen, menjadi menetap di 1.186,90 dolar AS per ounce. Logam mulia itu berada di bawah tekanan ketika Indeks Dolar AS naik 0,89 persen menjadi 97,24 pada pukul 17.40 GMT, kata para analis. Selain itu, data ekonomi AS yang positif memberikan tekanan tambahan pada emas.

Saham-saham di Wall Street pun berakhir turun tajam pada Selasa (Rabu pagi WIB) didorong penguatan dolar AS, meskipun diberitakan bahwa Charter Communication mencapai kesepakatan untuk membeli Time Warner Cable senilai 78,7 miliar dolar AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 190,48 poin (1,04 persen) menjadi ditutup pada 18.041,54. Indeks berbasis luas S&P 500 berakhir turun 21,86 poin (1,03 persen) menjadi 2.104,20, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq berkurang 56,61 poin (1,11 persen) menjadi 5.032,75.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun turun menjadi 2,14 persen dari 2,21 persen pada Jumat, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 2,89 persen dari 2,99 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

Artikel ini ditulis oleh: