Medan, Aktual.co —Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Medan, Sumatera Utara mengecam intimidasi yang dilakukan sejumlah anggota sebuah ormas kepemudaan di Kota Medan, Sumatera Utara ke kantor Harian Batak Pos Bersinar, Selasa (26/5).
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumut, M Syahrir mengecam keras setiap tindakan intimidasi dan pengerusakan yang dilakukan kepada media massa.
Dia pun mendesak pihak kepolisian harus mengusut dan menuntaskan kasus tersebut. “Kita PWI sebagai Kelembagaan sangat mengecam tindakan intimidasi, pengerusakan kantor media. Kita meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut OTK yang melakukan tindakan tidak profesional ini,” ujar dia, Selasa (26/5).
Menurut Syahrur, dari data yang dimiliki, intimidasi dan penyerangan pada media dan insan pers di Sumut sering terjadi. Polisi sebagai pemangku ketertiban dan keamanan hukum dituntut untuk segera memberikan rasa aman terhadap insan pers.
“Kita melihat ini preseden buruk kembali terjadi pada pers. Kita mengharapkan ini dapat dituntaskan oleh polisi selaku pemangku Ketertiban hukum untuk segera menyelesaikannya, agar tidak terulang kembali hal yang sama. Karena kita berharap mereka bisa memberikan rasa aman itu,” ujar dia.
Syahrir menerangkan, bagi masyarakat yang merasa keberatan atas pemberitaan sebuah media, dapat menggunakan hak jawab atas pemberitaan itu. Bukan melakukan tindakan dan upaya premanisme untuk menghentikan suatu pemberitaan.
“Di dalam Undang-Undang telah diatur Hak Jawab dalam pemberitaan dan bukan dengan melakukan intimidasi dan pengerusakan seperti itu,” tukasnya.
Pola-pola premanisme, sambung Syahrir, sangat mencederai UU pers dan kebebasan pers itu sendiri.
“Kita akan membangun solidaritas untuk melawan pola penghentian kebebasan pers ini, serta mencederai kondusifitas keamanan kota Medan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, kantor redaksi harian Batak Pos Bersinar di jalan Setia Budi, Medan didatangi puluhan pemuda, Selasa (26/5) sore.
Informasi dihimpun, puluhan orang menggunakan sepeda motor dan mobil itu merupakan anggota salah satu OKP di Kota Medan. Yang diduga tidak senang atas pemberitaan terkait kasus dugaan penganiayaan, yang melibatkan Ketua salah satu OKP di Kota Medan berinisial TP, yang dilaporkan Februari 2014 lalu.
Puluhan pemuda itu melakukan intimidasi dengan ucapan-ucapan kasar terhadap sejumlah pekerja yang saat itu berada di lokasi.
Kanitreskrim Mapolsek Medan Sunggal, Iptu Oscar S Tedjo, yang turun ke lokasi mengatakan akan menyelidiki peristiwa itu. Sejumlah saksi juga telah diperiksa.
Artikel ini ditulis oleh:

















