Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengancam akan memberikan sanksi kepada Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya, jika tetap mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL)/QNB, mendapatkan kritikan dari pihak PSSI.

Direktur Members & Development, Budi Setiawan mengatakan, jika Menpora melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), menjatuhkan sanksi kepada dua klub tersebut, maka sanksi tersebut tetap tidak akan diindahkan oleh PSSI dan dua klub tersebut.

“Ancaman sanksi keras dari Menpora apabila Arema dan Persebaya tetap ikut dalam kompetisi ISL, menunjukkan pihak kemenpora sudah panik,” kata Budi Setiawan dalam siaran persnya yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (3/4).

PSSI sempat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Rabu (2/4) kemarin. Dalam pertemuan itu, Wapres meminta kepada PSSI dan Pt Liga Indonesia (PT LI) untuk tetap menggelar kompetisi ISL/QNB pada Sabtu (4/4) ini, dengan 18 klub peserta.

“Wapres sendiri sudah memerintahkan Menpora untuk jangan ikut campur urusan kompetisi sepakbola dan organisasi sepakbola. Bukannya mengikuti arahan Wapres, sikapnya malah semakin menjadi-jadi saja,” lanjut pria yang juga Ketua Panpel Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2015 di Surabaya, Jawa Timur, 18 April mendatang.

Lebih lanjut Budi Setiawan menegaskan, Menpora tidak perlu mengklaim jika apa yang dilakukannya, sudah sesuai standard dan aturan AFC dan FIFA.

Budi Setiawan menilai, BOPI dan Menpora sendiri bukanlah lembaga verifikator yang diakui oleh AFC dan juga FIFA dalam kaitannya dengan club lisensing.

Artikel ini ditulis oleh: