Jakarta, Aktual.com — Pada perdagangan pagi ini, Selasa (22/12), nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,34% atau 47 poin ke level Rp13.761 per dolar AS. Kemudian semakin perkasa lagi sampai berita ini dimuat dengan terapresiasi 159 poin atau 1,15% ke level Rp13.649 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta memprediksi penguatan nilai tukar rupiah akan bertahan pada hari ini seiring dengan harga komoditas yang semakin melemah, selain dari hilangnya ketidakpastian kenaikan Fed Funds Rate.

“Pengetatan moneter yang sudah dimulai oleh AS diperkirakan tidak akan mendorong penguatan dolar yang drastis akan tetapi dolar akan tetap kuat jika harga komoditas masih tetap rendah,” kata Samuel dalam risetnya, Selasa (22/12).

Menurutnya, paket kebijakan ekonomi VIII yang diumumkan Pemerintah kemarin malam masih terfokus di sisi pasokan sehingga dampak positifnya ke pasar keuangan belum akan terasa.

“Investor menanti revisi angka pertumbuhan PDB AS malam nanti yang diperkirakan turun tipis,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh: