Jakarta, Aktual.com — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (22/12) sore, bergerak menguat sebesar 107 poin menjadi Rp13.701 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.808 per dolar AS.

“Nlai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar AS. Langkah kebijakan ekonomi Tiongkok yang lebih akomodatif direspon positif karena menopang harga minyak mentah, kondisi itu mendorong mata uang komoditas, termasuk rupiah meningkat,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta.

Ariston Tjendra mengatakan dalam pernyataan yang diumumkan “Central Economic Work Conference”, pemerintah Tiongkok berencana untuk memperlebar pengeluaran dan menaikkan defisit pemerintah. Kebijakan itu menghidupkan pasar komoditas, Indonesia yang merupakan salah satu rekan dagang Tiongkok mendapatkan sentimen positifnya.

“Ekonomi Tiongkok turut berperan dalam pergerakan rupiah karena merupakan mitra dagang strategis, terutama untuk jual-beli komoditas,” kata Ariston Tjendra.

Ia menambahkan bahwa data produk domestik bruto (PDB) pada kuartal ketiga AS yang diperkirakan akan direvisi turun dari ramalan awal menambah faktor negatif bagi laju dolar AS.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa tingginya modal asing di instrumen surat utang domestik dapat mempengaruhi laju rupiah sehingga masih rentan terhadap guncangan.

“Ketika pola kebijakan moneter di Amerika Serikat kembali seperti sebelumnya dan perekonomian Tiongkok masih gagal bangkit, maka dana asing di dalam negeri berpotensi kembali keluar,” paparnya.

Sementara itu, analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menambahkan bahwa penguatan rupiah masih dibayangi oleh rencana bank sentral AS yang akan kembali menaikkan suku bunganya pada tahun 2016 mendatang.

“Sebagian investor masih cenderung enggan beraktifitas, pelaku pasar sedang fokus pada kenaikan suku bunga bank sentral AS. Jajak pendapat di AS menunjukan target kisaran suku bunga akan menjadi 1,25-1,50 persen di akhir 2016,” kata Lukman Leong.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari Selasa (22/12) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat menjadi Rp13.615 dibandingkan hari sebelumnya (21/12) di posisi Rp13.872 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh: