Denpasar, Aktual.com — Jika Anda pecinta kuliner dengan cita rasa pedas, ada baiknya Anda mencoba “mie setan pedas moncrot ala Kedai Medsos”.

Ya, kedai yang terletak di Jalan Raya Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali, ini menawarkan kuliner yang memacu adrenaline. Betapa tidak, pedasnya pecah kala dikunyah.

Sri Maria Supini, pemilik Kedai Medsos menuturkan, mie setan pedas moncrot merupakan hasil olahan karya eksperimennya pribadi.

“Saya eksperimen sendiri selama satu bulan,” kata Maria, kepada wartawan, di kedainya, Rabu (20/01).

Meskipun sudah mencoba selama satu bulan, namun Maria mengaku beberapa kali gagal.

“Awal-awal banyak yang komplain. Ada yang bilang mie-nya terlalu lengket dan lain-lain. Itu jadi masukan buat saya,” jelasnya.

Masukan pelanggannya itu diserap secara baik. Hingga akhirnya ibu satu anak yang tengah menunggu kelahiran anak kedua itu telah mendapat resep jitu.

Ia menjelaskan, mie setan pedas moncrot terdiri dari mie, pangsit, sosis, timun, selada, abon dan bumbu balado. Rasanya, lezat begitu sampai di lidah. Soal tingkat kepedasan, mie setan pedas moncrot memiliki ukuran “S, M, L, XL, XXL, XXXL”.

Ukuran ‘S’ yang merupakan bintang satu bermakna sambal yang dicampurkan di dalam mie hanya satu sendok. Sementara ukuran ‘M’ sambal yang dicampur tiga sendok. Sedangkan, ukuran ‘L’ level kepedasan menjadi lima sendok, ‘XL’ tujuh sendok dan ‘XXL’ sepuluh sendok.

“Ukuran ‘XL’ sudah ada yang pernah coba. Kalau yang ‘XXL’ belum ada yang berani coba. Kalau ada yang berani, saya kasih gratis,” tantang perempuan anak penjaga Istana Presiden Tampak Siring tersebut.

Ia memiliki cerita lucu dengan pengalaman pelanggannya.

“Dia pegawai Bank BRI. Dia tiga hari berturut-turut makan mie ukuran ‘L’. Akhirnya diopname,” kenang Maria sambil terkekeh.

Soal harga, murah meriah. Mie setan pedas moncrot semua level dibanderol seharga Rp9.000,- saja. Murah meriah dan pas di kantong. Sementara untuk menu, Anda jangan harap dapat menemukannya di meja makan. Sebab, menu di Kedai Medsos ditulis di dinding kedai.

“Warung ini saya buka mulai 13 November 2015. Saya buka dari pukul 16.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA. Bersyukur pelanggan tetap sudah membludak. Rencananya mau buka cabang di Denpasar dalam waktu dekat,” terang Maria.

Sang suami, Febry Rizka Muslimin menuturkan, nama Kedai Medsos bukan tak memiliki makna. Selain Medsos kini menjadi kecenderungan anak muda, nama itu merupakan singkatan menu makanannya yang dijual di kedainya.

“Medsos kepanjangan dari mie dan sosis. Selain mie, di sini juga jual berbagai olahan sosis,” tutup Febry.

Artikel ini ditulis oleh: