Jakarta, Aktual.co — Mantan ketua tim reformasi tata kelola migas (RTKM) Faisal Basri mengaku tidak mengerti dengan duduk perkara dugaan kecurangan tender LPG oleh PT Pertamina (Persero) melalui Integrated Supply Chain (ISC) yang dimenangkan oleh Total Trading Asia Pte Ltd.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam tender LPG yang terdiri atas Butane dan Propane untuk loading bulan April 2015 dengan spot total 44 ribu Metric Ton (MT) tersebut ISC menunjuk Total sebagai pemenang yang jelas melakukan pricing untuk Maret 2015 sehingga jelas melenceng dari TOR yang ditetapkan pada April 2015. Padahal belakangan terbukti bahwa harga LPG pada April jauh lebih murah dibanding dengan harga pada Maret 2015.

“Saya engga mengerti duduk masalahnya, saya ga ngerti,” ujar Faisal saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (26/5).

Kendati demikian, Faisal mengaku sudah mendengar kabar dugaan kecurangan tender tersebut.

“Ada sih suara-suara ke saya, tapi saya harus verified supaya jangan bikin keruh yah. Saya tidak mengerti (kasus LPG),” ungkap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka