Jakarta, Aktual.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,36% atau 16.09 poin ke level 4.489,69 pada perdagangan Selasa (26/1)
Para investor asing yang semula banyak melakukan penjualan, saat ini sudah mulai melakukan pembelian kembali. Kondisi ini akan mendorong laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akan mengalami penguatan, meski masih secara terbatas.
Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menyebutkan, sejauh ini volume transaksi menunjukkan mulai adanya aksi beli dan beberapa indikator teknikal yang sudah beranjak dan membentuk golden cross.
Volume transaksi itu diwarnai oleh investor asing yang mulai aksi net buy selling. “Maka kami memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini dapat menguat terbatas,” tutur Reza dalam analisis hariannya, Selasa (26/1).
Kata dia, ada beberapa saham yang menjadi target dari pembelian dana asing tersebut. Saham-saham tersebut justru sebelumnya tercatat sebagai saham yang terus dijual (top seller) oleh asing sejak awal 2016. Hal ini tentu berdampak positif pada laju IHSG.
Meski begitu, kondisi global masih menjadi sentimen negatif. Harga minyak mentah dunia yang kembali menurun ke level US$31 per barel menjadi sentimen negatif bagi iHSG, karena kondisi ini membuat sejumlah perdagangan di bursa saham global mengalami fenomena aksi jual.
“Pada perdagangan hari ini laju IHSG akan berada pada kisaran support 4393-4409, sedangkan target resisten di rentang 4450-4452,” tutur dia.
Dia menyebutkan, indikator spinning top berada di area middle bollinger band (MBB), sedangkan MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. Sementara, indikator RSI, stochastic dan william’s %R mencoba berbalik naik.
“Laju IHSG bertahan di atas area target support 4415-4430 dan mampu melampaui area target resisten 4465-4487,” ulasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, adanya peluang penguatan terbatas pada IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi tujuh saham berikut ini:
1. PWON akan berada pada kisaran 445-464. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 445 dan cut-loss di level 444.
2. SMRA akan berada pada kisaran 1440-1575. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 1440 dan cut-loss di level 1430.
3. UNTR akan berada pada kisaran 16800-18225. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 16800 dan cut-loss di level 16600.
4. SSIA akan berada pada kisaran 640-695. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 640 dan cut-loss di level 630.
5. ASII akan berada pada kisaran 6025-6300. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 6025 dan cut-loss di level 5975.
6. CTRP akan berada pada kisaran 342-370. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 342 dan cut-loss di level 340.
7. MAPI akan berada pada kisaran 3650-3895. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 3820 dan cut-loss di level 3800.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan













