Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11). IHSG pada Senin sore ditutup menguat tipis sebesar 9,40 poin atau 0,2 persen ke 4.464,58 dengan 100 saham menguat, 175 melemah, dan 76 stagnan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/15.

Jakarta, Aktual.com — Aksi beli investor saham bakal kembali menggenjot laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini. Tren ini melanjutkan penguatan pada penutupan kemarin sampai 1,62 persen.

Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Wijanarko menegaskan, pada perdagangan hari ini laju IHSG berpotensi melanjutkan pola kenaikan menuju target resistennya di 4.600.

“Aksi beli pelaku pasar melawan momentum turun harian yang terjadi. Sehingga dapat dikatakan bahwa resisten di level 4.500 menjadi support untuk mendukung kenaikan lebih lanjut,” kata dia dalam analisis hariannya, Kamis (28/1),

Yuganur menjelaskan, adanya potensi kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan memainkan empat saham berikut ini:

1. BBNI dengan target trading di level Rp5.350.

Secara teknikal, pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten perbankan BUMN ini membuatnya menarik untuk diakumulasi, melihat kinerja ekspektasi earnings ke depan ada pada skenario kenaikan menuju resisten psikologis di level Rp5.350.

2. LPKR dengan target trading di level Rp1.150.

HD Capital optimistis emiten properti residensial dan komersial ini akan melakukan proses perbaikan tren jangka pendek dan menengah ke arah lebih yang positif dari konsolidasi minor menuju resisten psikologis di level Rp1.150.

3. KLBF dengan target trading di level Rp1.500.

Secara teknikal, tren perbaikan jangka pendek dan menengah pada emiten produsen dan distributor obat ini dapat digunakan sebagai peluang akumulasi untuk kontinuasi kenaikan jangka pendek dan menengah berikutnya ke level Rp1.500.

4. WTON dengan target trading di level Rp1.060.

Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten konstruksi BUMN ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya di atas resisten psikologis di level Rp1.060.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan