Jakarta, Aktual.com — Langkah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve yang mempertahankan tingkat suku bunganya, bakal menjadi sentimen positif bagi laju rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini.
Tren positif rupiah itu untuk melanjutkan tren apresiasi dalam jangka pendeknya. Akan tetapi, investor juga tetap harus mewaspadai adanya sentimen pelemahan euro dan harga minyak mentah dunia.
“Menguatnya kembali rupiah terhadap dollar AS diperkirakan dapat berlanjut dalam jangka pendek. Penguatan ini terjadi ketika The Fed menetapkan untuk tidak menaikkan tingkat suku bunga,” tandas analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Kamis (28/1).
Namun di satu sisi, dampak euro juga harus diwaspadai para pelaku pasar. “Karena jika masih berlanjut, maka akan mengurangi potensi bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan,” ulas dia.
Untuk itu, kalau pun rupiah bergerak melemah, jelas dia, pihaknya berharap depresiasinya bisa lebih terbatas, agar tidak membentuk tren pelemahan yang dalam.
“Kami perkirakan rupiah ada di support 13.890, serta resisten 13.845. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” kata Reza.
Sebelumnya, menurut dia, menjelang keputusan The Fed, para pelaku pasar terlihat tidak banyak mengambil risiko dengan menjual dollar AS di beberapa negara. Namun depresiasi dollar juga bisa saja dalan jangka pendek.
“Pelemahan dollar terjadi karena para pelaku pasar berekspektasi akan tetapnya tingkat suku bunga AS, sehingga membuat dollar bergerak terbatas,” pungkas dia.
Artikel ini ditulis oleh:














