Jakarta, Aktual.com — Pelamahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi mencapai 1 persen pada perdagangan kemarin, sebetulnya sudah diperkirakan para pelaku pasar. Sehingga pada perdagangan hari ini, laju IHSG masih akan mengalami pelemahan seiring dengan bursa global serta minyak dunia yang kembali berada di zona negatitnya.
“Bursa global serta minyak dunia yang kembali berada di teritori negatif itu telah membuat IHSG berada dalam tekanan jual,” ujar analis PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Rabu (3/2).
Menurut dia, jika sentimen negatif itu masih berlanjut, akan berimbas pada kembali maraknya aksi jual tersebut. “Maka kami perkirakan perdagangan hari ini akan cenderung melemah. Karena posisi IHSG yang hampir mendekati area overbought itu membuat IHSG cenderung untuk testing support. Tetap cermati sentimen yang ada,” saran dia.
Sebelumnya, pihaknya menyampaikan, meski pelaku pasar berharap penguatan dapat berlanjut, namun kenaikan yang terjadi mulai terbatas. Sehingga akan rawan pelemahan jika mulai adanya sentimen negatif.
Untuk itu, pada perdagangan hari ini laju IHSG diperkirakan akan berada pada kisaran support 4550-4576, sedangkan resisten berada pada rentang 4637-4644.
Maka, indikator double hammer berada di area upper bollinger band (UBB), sedangkan MACD mulai trrbatas kenaikannya dengan histogram positif yang lebih pendek. Sementara, indikator RSI, stochastic dan william’s %R juga mulai terbatas kenaikannya.
“Laju IHSG mampu bertahan di atas area target support 4550-4576, akan tetapi belum mendekati target resisten kami di 4637-4644,” jelasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka













