Jakarta, Aktual.com — Meski pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,19 persen, tapi pada perdagangan hari ini akan berpotensi melemah seiring aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar untuk menjual sahamnya.
Namun diharapkan, aksi beli dapat mendongkrak laju IHSG itu di tengah potensi pelemahan itu. “Sehingga, dapat mematahkan tren pelemahan yang akan dibentuk,” jelas analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Kamis (4/2).
Pada perdagangan hari ini, gerak IHSG bakal menggeliat pada rentang support 4.535-4.544, sedangkan target resisten akan berada pada kisaran 4.621-4.632.
Sementara indikator three outside down-nya mulai mendekati area middle bollinger band (MBB), sementara kenaikan MACD mulai terbatas dengan histogram positif yang lebih pendek. Dan indikator RSI, stochastic dan william’s %R juga mulai terbatas kenaikannya.
Sejingga, potensi pelemahan IHSG yang masih diwarnai aksi beli itu harus diwaspadai oleh para pelaku pasar dengan mempertimbangkan tujuh saham berikut ini:
1. ELSA akan berada pada kisaran 205-220. Danjurkan beli selama diperdagangkan di atas 195 dan cut-loss di level 190.
2. TOTL akan berada pada kisaran 560-590. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 560 dan cut-loss di level 550.
3. BBRI akan berada pada kisaran 10850-11200. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 10850 dan cut-loss di level 10800.
4. KLBF akan berada pada kisaran 1280-1325. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 1280 dan cut-loss di level 1270.
5. INTP akan berada pada kisaran 19025-20000. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 19000 dan cut-loss di level 18950.
6. ASII akan berada pada kisaran 6125-6500. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 6100 dan cut-loss di level 6050.
7. ISSP akan berada pada kisaran 165-185. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 174 dan cut-loss di level 172.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka













