Jakarta, Aktual.com — Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menyebut investor pasar modal saat ini masih didominasi investor asing. Hal ini tidak dimasalahkan sama sekali, justru ini dianggap keberhasilan BEI jika bisa menarik sebanyak mungkin investor asing.
“Saat ini komposisinya 70:30. Domimasi asing bagus buat pasar karena akan lebih hidup,” tutur Tito di Gedung BEI, Jajarta, Jumat (5/2).
Menurut dia, banyaknya investor asing yang bertransaksi justru akan menghidupkan pasar. Apalagi di saat pasar global sedang bergejolak, kinerja pasar modal justru paling positif.
“Pertumbuhan pasar modal kita mencapai empat persen year to date (ytd) sejak awal tahun ini. Hal ini jadi pertumbuhan tertinggi di dunia, di atas bursa Thailand,” sebutnya.
Bahkan transaksi tahun ini mencatatkan rekor tertingi sejak awal tahun. Bisa tembus ke angka Rp5.100 triliun.
“Itu bukti bursa kita dipercaya pasar. Sekalipun pasar bergejolak, tidak terlalu terdampak dari pelemahan bursa regional atau global,” tuturnya.
Menurutnya, volatilitas bursa di dunia yang sangat memengaruhi IHSG adalah dari Dow Jones, Bursa AS dan Hang Sheng, Bursa Hongkong.
“Kalau yang lain tidak memengaruhi,” jelasnya.
Di tempat yang sama, President & Founder PT Astronacci International, Gema Goeyardi menyebutkan laju IHSG hingga akhir tahun juga akan positif. Menurut dia, hingga akhir tahun IHSG bisa mencapai 5200.
“Dan mudah-mudahan seperti itu. Di akhir Maret sih bisa akan mencapai 5.000,” prediksi dia.
Ia pun merekomendasikan nenerapa saham yang layak di koleksi. Seperti, BBRI, BBCA, BMRI, ADHI, CTRA, BSDE, UNVR, ICBP, dan CPIN.
“Selalu nerputar di situ-situ saja,” kata dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka













