Jakarta, Aktual.com — Kurs rupiah pada pembukaan Selasa (9/2) pagi berdasarkan data bloomberg berada di level Rp13.751/USD atau melemah 154 poin dari penutupan sebelumnya.
Laju mata uang rupiah diperkirakan bakal kembali melanjutkan tren apresiasinya. Hal ini terjadi karena adanya potensi penguatan lanjutan pada harga minyak mentah dunia.
Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menyebutkan, pergerakan harga minyak dunia di area positif membuat nilai dollar AS sebagai mata uang safe haven kembali melemah.
Dengan kondisi itu, para pelaku pasar memanfaatkan celah setelah rupiah bergerak positif.
“Kami berpendapat, penguatan rupiah masih akan berlanjut seiring korelasi positif dengan minyak dunia yang bergerak di zona hijau,” tegasnya, dalam analisis harian, Selasa (9/2).
Menurut dia, penguatan rupiah ditopang oleh sentimen positif dari perbaikan angka pertumbuhan ekonomi nasional. Akan tetapi, karena harga minyak yang sangat fluktuatif, membuat pelaku pasar akan melakukan aksi hit and run sampai produksi minyak dunia terkonfirmasi akan dipangkas oleh negara-negara penghasil minyak.
Namun secara teknikal, jelas dia, pelemahan dollar AS terhadap rupiah mulai terbatas. Sehingga ada peluang bagi dollar untuk kembali menguat, terutama jika rilis data pengangguran AS direspons positif oleh para pelaku pasar.
“Saat ini support rupiah berada di level Rp13.650, sedangkan resisten di Rp13.575. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” saran dia.
Artikel ini ditulis oleh:

















