Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio (kedua kiri) didampingi Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini, serta Direktur Pengembangan BEI, Hosea Nicky Hogan saat memberikan penjelasan pada jumpa pers di Galeri BEI, Jakarta, Kamis (27/8). Bursa Efek Indonesia (BEI) menemukan ada 14.000 transaksi kena batas bawah auto rejection. Enam Anggota Bursa (AB) dicurigai lakukan short selling. Tito mengaku tak habis pikir ada sejumlah perusahaan raksasa yang mengeruk begitu banyak sumber daya alam di Indonesia tapi mencatatkan sahamnya di luar negeri. AKTUAL/EKO S HILMAN

Jakarta, Aktual.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 0,52% pada pembukaan, turun 25,18 poin ke level 4.773,77 pada perdagangan Selasa (9/2).

Kendati pada akhir pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,85 persen, tapi laju indeks pada perdagangan hari ini masih akan rawan dipengaruhi sentimen yang tak kondusif.

Sehingga hal ini menyebabkan akan adanya aksi profit taking atau ambil untung terhadap IHSG. Terlebih laju bursa saham global di akhir pekan lalu juga tidak terlalu kondusif. Ini dapat memberikan pilihan yang kurang baik bagi IHSG.

“Posisi IHSG yang mendekati area overbought dapat membuat IHSG rawan untuk testing support,” tegas analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Selasa (9/2).

Menurut Reza, pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan akan berada pada level support di kisaran 4.761-4.764. Sedangkan target resisten ada pada rentang 4.855-4.868.

“Pasca utang gap 4.596-4.607 terbentuk, pada akhir pekan laju IHSG kembali membentuk utang gap 4.669-4.673, sehingga akan rawan profit taking bila sentimen yang ada tidak kondusif,” papar dia.

Berdasar indikator white marubozu candlestick berada di area upper bollinger band (UBB), sedangkan MACD melanjutkan kenaikan dengan histogram positif yang memanjang. Sementara, indikator RSI, stochastic dan william’s %R mencoba bertahan naik.

“Sehingga dari indikator itu, laju IHSG di atas area target support 4.535-4.544 dan mampu melampaui target resisten kami di kisaran 4.621-4.632,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan