Jakarta, Aktual.co — Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Tangerang, Banten, berencana untuk mengurangi kuota bagi para guru relawan yang mengajar pada sejumlah madrasah tsanawiyah.
“Saat ini jumlahnya mencapai 2.000 orang dan akhirnya ditetapkan menjadi 1.474 orang karena khawatir membebani APBD,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang Nahrawi di Tangerang, Selasa (26/5).
Nahrawi mengatakan pihaknya sudah membicarakan mengenai pengurangan itu dengan aparat Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Tangerang.
Dia mengakui pada guru relawan itu, memang mendapatkan honor dari masing-masing kepala sekolah madrasah yang jumlahnya belum mencukupi untuk kebutuhan hidup mereka.
Namun untuk mengatasi masalah itu, rencananya Pemkab Tangerang memberikan honor sebesar Rp500 ribu per bulan kepada masing-masing guru relawan itu.
Sedangkan para relawan guru itu jumlahnya belakangan ini terus bertambah dan melebihi kuota sebanyak 1.474 guru.
Dia mengatakan para guru relawan itu mengajar pada 102 madrasah tsanawiyah yang tersebar pada 29 kecamatan.
Bahkan guru relawan terbanyak berada di Kecamatan Balaraja, Cikupa, Teluknaga, Kosambi dan Tigaraksa.
Meski keberadaan guru relawan itu masih dianggap kurang jumlahnya bila dibandingkan dengan kebutuhan yang ada.
Pihaknya mengharapkan agar Pemkab Tangerang mempertimbangkan untuk mengurangi kuota guru relawan madrasah tersebut dengan alasan pertimbangan kemanusiaan dan kebutuhan lain.
Menurut dia, pihaknya khawatir bila dilakukan pengurangan akan terjadi protes dari para guru tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid















