Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Wilayah Timur akan membentuk lembaga pendanaan khusus Indonesia Timur untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut melalui suntikan dana penuh dari sejumlah negara di Eropa Barat.

“Dana untuk tahapan awal berjumlah 1 miliar dolar AS. Dana tersebut didapat dari kumpulan berbagai macam ‘investment house’ yang ada di Eropa Barat, kemudian disalurkan melalui satu pintu yang direncanakan melalui tiga bank yang ditunjuk di Inggris,” kata Ketua Bidang Investasi, Banking, Finance dan Pengembangan Usaha Kadin Indonesia Wilayah Timur Reza Maspaitella di Jakarta, ditulis Selasa (26/5).

Reza menjelaskan, bentuk bantuan pendanaan yang diberikan nantinya bukan berbentuk uang melainkan garansi.

Menurut dia, permintaan bantuan berupa garansi atau jaminan bertujuan agar perbankan nasional dan lokal bisa tetap hidup dan memberikan pembiayaan untuk pembangunan wilayah Indonesia timur. “Garansi itulah yang kami gunakan menjadi jaminan di bank nasional kita dalam merealisasikan proyeknya di Indonesia Timur. Jadi kita minta garansinya, kita tidak minta uangnya,” katanya.

Reza menuturkan, Eropa Barat menyatakan minat yang begitu besar terhadap percepatan pembangunan Indonesia timur lantaran nilai historis di masa lampau. Sejumlah negara Eropa Barat seperti Belanda, Spanyol dan Portugal sudah lama mengenal Indonesia Timur yang kaya akan rempah-rempah.

“Mereka sangat antusias, makanya kami ingin mengangkat kembali kejayaan di masa lalu yang dimiliki Indonesia bagian timur,” ujarnya.

Kadin Bidang Koordinator Wilayah Timur akan membentuk lembaga pembiayaan khusus untuk pendanaan pembangunan Kawasan Timur Indonesia dengan nama “East Indonesia Development Funds”. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Wilayah Timur Annar Salahuddin Sampetoding di Jakarta, Senin, mengatakan pembentukan lembaga pembiayaan tersebut merupakan rencana aksi untuk mempercepat pembangunan di wilayah timur Indonesia.

“Kami akan membentuk lembaga ‘East Indonesia Development Funds’ dengan tugas mengadakan dana pembangunan untuk Kawasan Timur Indonesia di lima sektor, yaitu energi, maritim, infrastruktur, pangan dan pembiayaan,” katanya dalam acara “Rakernas dan Trade & Investment Forum” di Jakarta, Senin.

Menurut Annar, selama ini peran perbankan dalam pembiayaan di lima sektor tersebut harus dilengkapi dengan peran lembaga keuangan mikro dan koperasi.

Khususnya di wilayah Indonesia timur, pembiayaan yang baik akan mendukung percepatan pembangunan di kawasan tersebut. “Kami harapkan lembaga ini bisa bersinergi secara nyata dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh: