Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin memiliki potensi pembalikan arah melemah, seiring dengan berbaliknya pelaku pasar melakukan aksi jual. Pelaku pasar terimbas pelemahan di sejumlah bursa saham global yang tersengat pernyataan Gubernur The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini.

“Skenario terhadap IHSG berjalan seperti perkiraan kami sebelumnya. Kembali anjloknya laju Rupiah dan masih berlanjutnya aksi jual asing dengan jumlah yang lebih rendah dari sebelumnya turut melemahkan laju IHSG,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada perdagangan Selasa (26/5) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.265-5.278 dan resisten 5.295-5.321. Menurutnya, pelemahan yang terjadi mengurangi mood pelaku pasar untuk melakukan transaksi.

“Pelemahan lanjutan masih dapat dimungkinkan jika tidak adanya sentimen positif yang mampu menggantikan sentimen dari The Fed tersebut. Apalagi pelemahan IHSG belum sebanding dengan kenaikan yang telah terjadi sebelumnya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: