Jakarta, Aktual.co —Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Jawa Barat, bakal pantau peredaran di dua pasar, yakni Pasar Bogor dan Pasar Anyar, untuk cegah peredaran beras sintetis.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Mangahit Sinaga, mengatakan kedua pasar itu merupakan pintu masuk distribusi beras di Kota Bogor.
“Dari dua pasar ini beras yang masuk didistribusikan ke pasar-pasar golongan tiga, ada tujuh pasar dan baru setelah itu didistribusikan ke tingkat pengecer,” kata dia, di Bogor, Senin (25/5).
Menurut Sinaga, peredaran beras dapat dipantau melalui pintu masuknya. Sehingga peredaran beras di Kota Bogor terkontrol dengan baik, dan dapat segera mengetahui bila ada kecurigaan. “Kebutuhan beras di Kota Bogor setiap minggu dikirim sebanyak 75 ton,” kata Sinaga.
Sinaga menambahkan, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan isu peredaran beras sintetis. Karena, ciri beras dapat dikenali dengan memperhatikan tekstur beras yang bening dan putih, bila direndam tidak tenggelam, aromanya tidak khas beras tapi mengandung bahan kimia, dan bila dimasak teksturnya kenyal seperti gandum.
“Sebelum dibeli periksa dan amati dulu kondisi berasnya, bila curiga tidak usah beli, pastikan membeli beras lokal,” kata dia.
Artikel ini ditulis oleh:

















