Jakarta, Aktual.com — Pada perdagangan hari ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa saja melanjutkan tren penguatannya.

Data-data perekonomian nasional yang bakal dirilis dan diprediksi masih positif, seperti laju deflasi Februari bakal menjadi sentimen bagus buat IHSG. Namun para pelaku pasar tetap harus mewaspadai sentimen negatif yang bisa saja menghantui secara tiba-tiba.

“Laju IHSG masih ada potensi mengalami kenaikan lanjutan seiring adanya rebound yang terjadi di akhir pekan lalu,” tegas analis dari PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Selasa (1/3).

Menurutnya, aksi positif itu masih didorong adanya pengumuman data perekonomian Indonesia hari ini oleh Badan Pusat Statistik. Jika akan ada deflasi di Februari, maka akan menambah sentimen positif terhadap IHSG.

Bahkan jika benar deflasi terjadi, maka BI (Bank Indonesia) juga bisa kembali menurunkan tingkat suku bunganya tiga kali berturut-turut dalam tiga bulan ini. Terlebih rupiah juga kembali menguat.

“Jadi IHSG posisinya masih di area konsolidasi maka seharusnya sangat mungkin untuk dapat menguat,” terangnya.

Akan tetapi, pelaku pasar mesti mewaspadai sentimen yang ada. Salah satunya adanya utang gap baru di level 4.686-4.691 selain dari utang gap 4.759-4.760 sebelumnya.

“Termasuk waspadai laju bursa saham AS yang memerah di akhir pekan lalu. Hal ini dapat menjadi penghalang laju IHSG untuk dapat bertahan positif. Jadi, tetap cermati sentimen yang ada,” sarannya.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,8%. Kondisi tersebut pada hari ini akan berlanjut.

“Jadi, laju IHSG bertahan di atas area target support 4.685-4.700 dan mampu melampaui area target resisten kami di 4.746-4.768,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya, dengan adanya potensi penguatan tersebut mesti disikapi para pelaku pasar dengan mempertimbangkan tujuh saham berikut:

1. LPKR akan berada pada kisaran 1005-1065. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 1015 dan cut-loss di level 3200.

2. SRIL akan berada pada kisaran 237-251. Dianjurkan beli dalam kondisi melemah atau buy on weakness (BoW) di bawah 235

3. AISA akan berada pada kisaran 1035-1090. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 1040 dan cut-loss di level 1035

4. INDF akan berada pada kisaran 6700-7300. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 6700 dan cut-loss di level 6650.

5. PGAS akan berada pada kisaran 2590-2700. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 2590 dan cut-loss di level 2580.

6. ACES akan berada pada kisaran 910-1000. Disarankan beli selama diperdagangkan bertahan di 910 dan cut-loss di level 895.

7. INTP akan berada pada kisaran 19500-20275. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 19975 dan cut-loss di level 19950.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan